

Meneladani Sirah, Membentuk Karakter Qur'ani
Setiap tahap perkembangan anak membutuhkan pendekatan cerita dan keteladanan yang relevan, membangun kecintaan pada Nabi Muhammad SAW secara bertahap dan bermakna.
Kelompok Bermain (KB)
Taman Kanak-Kanak (TK)
Sekolah Dasar (SD)
Fokus pada pengenalan rasa kasih sayang dan kebaikan Nabi melalui cerita audio-visual, dongeng interaktif, dan peniruan sikap ramah dalam bermain.
Penanaman adab harian seperti berbagi, kejujuran, dan kesopanan yang terinspirasi dari kebiasaan mulia Rasulullah SAW bersama keluarga dan sahabat.
Pemahaman nilai kepemimpinan, keteguhan hati, dan pemecahan masalah sederhana berbasis peristiwa Sirah untuk melatih empati serta rasa tanggung jawab.
Sinergi Guru, Orang Tua, & Al-Qur'an
Pendidikan karakter Sirah Nabawi menjadi hidup ketika kisah di kelas terhubung dengan hafalan Al-Qur'an dan dicontohkan bersama di rumah.
Pengalaman Siswa & Teladan Guru
Peran Orang Tua & Observasi
Guru berperan sebagai fasilitator kisah sekaligus pembimbing adab. Siswa diajak berdiskusi reflektif mengenai alasan di balik tindakan terpuji, bukan sekadar menghafal tanggal sejarah.
Orang tua melanjutkan pembiasaan di rumah melalui jurnal komunikasi perkembangan. Evaluasi karakter dilakukan melalui observasi perilaku harian, tanpa memberi beban kognitif pada anak.
Keterkaitan dengan Program Tahfidz & Pembiasaan Ibadah
Sirah Nabawi memberikan konteks nyata pada ayat Al-Qur'an yang dihafalkan siswa dalam program Tahsin dan Tahfidz. Kisah Rasulullah menjelaskan mengapa suatu perintah ibadah dijalankan, sehingga shalat dan doa harian dipahami dengan rasa cinta.
Pertanyaan yang Sering Diajukan
Bagaimana perkembangan karakter siswa diamati?
Apakah materi Sirah memberatkan anak usia dini?
Bagaimana orang tua mendukung di rumah?
Komitmen Kualitas Al Araf
Orang tua diberikan panduan cerita harian dan contoh keteladanan sederhana agar nilai adab yang dipelajari di sekolah dapat diperkuat di rumah.
Perkembangan diamati secara kualitatif melalui lembar observasi perilaku, interaksi sosial di sekolah, serta catatan jurnal kebiasaan yang diisi bersama orang tua.
Tidak. Pembelajaran disampaikan melalui metode bercerita, seni, dan dongeng yang disesuaikan dengan tingkat usia anak tanpa target hapalan fakta yang kaku.
Kami berikhtiar membentuk lulusan yang memiliki kecintaan mendalam pada Rasulullah, bertutur kata santun, jujur, serta tangguh dalam menghadapi tantangan belajar harian.
Adab & Karakter
Fokus pengamatan harian tanpa penilaian angka
Sambut perjalanan pendidikan berkesinambungan di Al Araf Islamic School yang menanamkan keteladanan Nabi Muhammad SAW dengan penuh kasih sayang.
